Kolesterol
Rupanya semakin tua orang semakin banyak takutnya. Bagaimana tidak? Sedikit-sedikit kita was-was dengan kondisi kita. Mungkin ini ciri khas orang mulai tua, karena pada saat kita mulai menua, yang terbayang dimata kita adalah masa depan anak-anak kita.
Jujur saja ini terjadi saat anak-anak kami mulai beranjak besar. Kebutuhan mereka semakin membesar, kita semakin bertanggung jawab untuk menjadikan mereka “orang” dalam kategori kita masing-masing. Nah untuk itu kita menjadi semakin giat bekerja untuk mendapatkan hasil yang maksimal untuk menunjang kebutuhan mereka.
Tetapi kerja keras terus apa cukup? tentu saja tidak, kita perlu dukungan yang lain, antara lain kesehatan. Bagi sebagian kita lupa bahwa kita perlu memanage kesehatan kita, terutama mereka yang sangat sibuk untuk mencari penghasilan lebih. Kita menjadi lupa diri ketika kita harus menikmati hidangan ueenak dengan client, kenalan dan rekan bisnis. Lupa tidur cukup karena sibuk menjamu tamu, membuat janji dengan rekanan kita sampai tengah malam. Lupa istirahat bagi yang bergerak di bidang tulis menulis dan yang terakhir lupa olah raga dengan dalih capek, kurang tidur, malas dan tidak ada waktu.
Ketika harus check-up tahunan baru dech ketahuan …… kolesterolnya !!! wow sudah diatas yang diperbolehkan. Ada sebagian yang masih tenang-tenang saja, seperti suami teman saya. Yang dirasa cuma sakit punggung melulu, berbagai terapi dicobanya, beberapa terapist mengatakan salah urat, syaraf kejepit dsb…. tukang urut, sinshe sampai akupunktur semua dicoba…. namun sakit punggung belakang tak kunjung reda. Akhirnya pada suatu kesempatan, seorang temannya divonis harus bypass karena penyumbatan 80%. Nyalinyapun akhirnya ciut dan mengajak sang istri untuk check-up, hasil dari semua check-upnya menunjukkan 90% penyumbatan….. luar biasa…. berarti selama ini dia bisa bertahan dari 10% pembuluh darah yang tidak tersumbat. Akhiranya bypass memang harus dijalankan dan memang akhirnya sekarang menjadi sangat sehat namun dia harus menerapkan gaya hidup sehat! Nah kalau memang bisa kenapa tidak?
Aku dan my hubby belakangan juga mencoba menerapkan gaya hidup yang cukup sehat. Tidak enak memang, apalagi kita memang tidak memiliki “olah raga” minded. Yang kami kuplakukan cukup murah dan bisa dilakukan dengan segala keterbatasan yang kami miliki :
1. Bangun pagi, minum air jeruk nipis yang dicampur air hangat tanpa gula. Nah yang takut sakit maag, coba baca tentang minum jeruk nipis peras ini di buku food combining dari Andang Gunawan. Air jeruk terutama yang asam te boleh ternyata bersifat basa dilambung. Kalau tidak percaya boleh dicoba, karena saya sendiri juga penderita maag, tapi minum jeruk nipis dipagi hari saat maag kita sakit malah jadi membaik.
2. Melakukan olah raga setelahnya kira kira 25 menit. Kalau cuaca baik kita jogging di sekitar kompleks, rata-rata 25 menit bisa menempuh jarak 3 KM. Kalau cuaca hujan, cukup dengan memutar DVD senam panduan dari Berti Tilarso yang biasanya selalu mengingatkan gerakan gerakan aman untuk orang yang sudah diatas 30 tahun
3. Sarapan dengan Havermout yang kaya akan serat. Ucapara makan bubur Havermout ini pada mulanya memang merupan siksaan karena lidah kita sudah sangat terbiasa dengan dengan nasi. Ternyata kami bisa menyiasatinya dengan tetap makan dengan lauk dan sayur yang tersedia dirumah. Kami lebih menyukai Quaker-oat yang quick cook bukan yang instant. Kami masak sebentar dengan ditambah air dan sedikit garam…… oh lama-lama hit our taste juga. Bahkan hampir 2 bulan ini kami tingkatkan makan bubur havermout ini menjadi 2 kali sehari. Malam hari kami makan bubur ini juga. Ach semakin kenallah lidah kita.
Terus-terang selama bulan bulan-bulan terakhir ini kami merasakan badan sangat fit dan rasa pegal-pegal dan capek yang biasanya mampir …… wes ewes … ilang sudah.
Mau mencoba?……. siapa takut!
Dhani n Maia
Mendengar dua nama diatas seolah tak ada henti beritanya akhir-akhir ini.
Ada apa gerangan sehingga dua manusia yang konon pernah saling jatuh cinta, nekat menikah diusia muda dan mendapatkan 3 jagoan yang cakep-cakep…. hidup dalam kecukupan dan ketenaran.
Saat membaca, melihat dan mendengar berita tentang mereka, seolah tidak ada cinta yang tersisa didalam hati mereka. Keinginan untuk saling menyakiti hati pasangannya tampak sekali dari keduanya.
Melihat semua yang terjadi dengan keduanya itu, hampir semua yang pernah tahu mereka sepertinya sudah merelakan perpisahan mereka. Namun rupanya keinginan publik untuk bisa menghentikan “genderang perang” mereka harus tertahan dengan berlarut-larutnya sidang perceraian mereka.
Mungkin banyak hal yang menjadi pertimbangan sehingga perceraian itu akhirnya tidak dengan mudah diputuskan.
Mereka adalah dua manusia dengan karakter yang sangat kuat dengan ego yang sangat besar. Keduanya memang berpotensi menjadi orang “besar” karena orang-orang seperti mereka biasanya adalah orang tidak mudah menyerah dan selalu menghargai dirinya sangat tinggi. Yang menjadi masalah bila mereka tidak menyadari bahwa kelebihan mereka itu adalah bahaya bagi keduanya bila mereka tidak pernah dididik untuk menjadi pintar sebagai seorang “pengalah” yang menjadi pemenang dalam kehidupan mereka. Keinginan mereka untuk saling menang mengalahkan segalanya termasuk anak-anak mereka sendiri yang menjadi korban dalam perang mereka.
Mereka sangat lupa bahwa waktu mereka tidak bisa diputar balik dan kebersamaan mereka dalam keluarga yang utuh akan segera berakhir. Anak-anak akan mendapati nantinya mereka tidak bisa bersama dalam satu rumah lagi. Mereka lupa bahwa anak mereka butuh dan rindu kebersamaan yang dulu pernah mereka nikmati dan rasakan.
Sungguh sangat disayangkan bahwa manusia cerdas dan pintar seperti mereka, yang boleh dibilang educated, kurang memiliki kepintaran untuk me-manage ke-egois-an mereka. Coba bayangkan bila mereka tenar, kaya, memiliki keluarga yang harmonis, menjadi pasangan yang saling mendukung………..saling mencintai, lengkap sudah.
Dua orang tersebut adalah contoh kecil dari 2 manusia yang pernah saling mencinta dan akhirnya boleh dikata gagal dalam muara kehidupan mereka. Mereka seolah lupa bahwa keluarga adalah muara dari segala jerih payah, usaha dan keberhasilan mereka.
De Brito
Hari ini begitu ringan kubawa tubuh dan jiwaku.
Seharian bekerja dengan segala permasalahan yang setumpuk setelah 5 hari libur benar-benar menguras energiku , tapi entah mengapa segala masalah begitu terasa begitu ringan dibenakku. Salah pengiriman, masalah bea-cukai dll kubiarkan berlalu begitu saja.
Jam menunjuk pukul 09.30 waktu temanku mengajak segera berangkat ke customer di Cibitung. Ditengah musik menghentak keras ditelingaku (temenku ini membiasakan diri mendengar suara keras) aku menyadari bahwa aku harus menghubungi De Brito…. pengumuman SPMB untuk Anakku yang kedua. Kucoba telpon the nice girl Mba’ Anis De Brito but in vain….. no wonder … all parent tried to call De Brito….
The worse case, I had to send message Pa’ Kartono, the one who always help me to know what’s going on at De Brito…
Nuwun sewu, apa hari pengumuman SPMB…. message sent!! only a second he replied : betul mbak…. no pendaftarannya berapa?
If I am not mistaken : 8350… I said.
I had no patience to wait, I called him. He said : if the number is correct then Andre listed as the new student………..
Wow… in deep of my heart, I felt that the number is correct. He suggested to check with Adm officer, mbak Anis.
I let times go by. I have to settled my business
Finally I got trough, Mba’ Anis said : Andreas Kris Sang…. ketrima ibu !
Duh Gusti, Thanks for Your bless to my son…. finally he could established his dignity, followed his mind to get the best sit over there.
Thanks for disappearing something that frightened me and moved them out from our hearts as his parents.
The one thing, I have to live separate with my another boy… I believe that the barrier will lead us to understand each other.
Congratulation my dear , hope you will get what you want.
Jogja, anakku kembali!
Hari ini hari terakhir cuti panjangku setelah libur dari tgl 19 yang lalu. Kusediakan hari ini untuk anakku yang harus kembali ke Jogja karena besok sudah harus masuk sekolah.
5 Hari bersamanya terasa singkat, namun aku dan suamiku harus membiasakan untuk rela melepaskannya karena semua itu tentu demi masa depannya.
Terasa baru kemarin, ketika ketubanku pecah dikantor dan aku harus dibawa oleh teman-temanku ke Rumah sakit Harapan kita. Masih lekat di dalam anganku bagaimana si kecilku berambut keriting dan berpipi penuh dengan bibir yang agak njedir!!!! Ach waktu….. kadang kalau sedang berdua suamiku…. mengenang semua itu terasa sedih sekali! Bukan menyesali, namun mengenang semua itu seperti membuka romantika kehidupan kami.
Tak mengapa…. sekarang dia sudah tampak dewasa setelah hampir dua tahun hidup dalam asrama Pak Sur dibelakang De Brito. Dia tampak sudah sangat tenang dan matang. Tak percuma keterpisahan jarak antara dia dan kami membuat dia bisa mengerti betapa kami mencintainya, mendorong, menyemangati dan sekaligus memompa semangatnya.
Sepanjang 5 hari kami berdiskusi tentang banyak hal. He inspired me to create this blog !!! He writes a lot in his blog, it suprised me. Keep it up, my dear. Try your best… You know what you will do!!!
-
Arsip
- Maret 2009 (1)
- Februari 2009 (1)
- Januari 2009 (4)
- November 2008 (1)
- Juli 2008 (2)
- Juni 2008 (2)
- Mei 2008 (6)
- April 2008 (2)
- Maret 2008 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS