VINCENT…..
Lama sekali tidak sempat menulis. Banyak sekali alasan untuk tidak menulis.
Pertama karena malas sehingga waktu seberapapun yang kita miliki tidak pernah cukup.
Kedua karena kesibukan, sibuk latihan koor, sibuk belajar dengan si kecil
ketiga karena biasanya punya waktu hanya di malam hari, sehingga bila sedang menulis dan diganggu nyamuk langsung semua yang akan ditulis buyar….. entah kemana.
menulis seharusnya bukan soal yang susah apabila apa yang kita ingin tulis ada dikepala kita. Yang kemudian terjadi karena banyaknya persoalan yang ingin disampaikan sementara RAM kita sudah sangat terbatas, baru pada tahap awal penulisan sudah hilang.
Kali ini saya akan bercerita tentang anak saya yang kecil. Dia bernama Vincentius, nama seorang Santo, orang suci katolik. Pemberian nama itu sebenarnya karena memang kami menyukai nama itu. Sejalan dengan waktu ternyata si kecilku sebagai mana sifat Santo Vincentius yang menjadi pelindung kaum papa, ternyata memiliki kepedulian yang besar dengan orang yang tidak mampu.
Setiap kali kami pergi bersamanya, selalu saja kami menyiapkan uang untuk diberikan kepada peminta-minta disepanjang lampu merah. Kami tahu bahwa banyak diantara peminta-minta itu yang sebenarnya tidaklah orang yang benar-benar harus dikasihani, banyak yang hanya karena malas bekerja dsb, dsb tetapi kami tidak mau mematikan rasa belas kasih yang tumbuh dihati si kecilku.
Masih seputar belas kasih, suatu ketika kami liburan di rumah mertua di Jogja, dia masih berumur sekitar 3 tahun, dia berteriak-teriak memanggilku (ehm rumah di mertua cukup luas… jadi tidak begitu saja dia menemukan kami), dia bilang ada peminta-minta datang kerumah kita, ayo mama beri dia uang….! Aku melongok keluar…. ya ampun, itu kakaknya bapak mertua yang tua dan memakai kain. Rupanya banyak pengemis di Jakarta yang dia temui yang memakai kain kebaya jadi dia menganggap kakak bapak mertua ini juga pengemis….. Vincent… vincent!
Diluar hal-hal itu, sebagai anak bontot dari anakku yang semuanya laki-laki, sebenarnya kehadirannya diharapkan perempuan. Namun ternyata Tuhan Maha Kasih karena ternyata meskipun lahir laki-laki lagi ternyata dia memiliki begitu banyak kelucuan, kelebihan dan membuat hidup kami begitu semakin berwarna dan semarak.
Dia sangat pintar merayu dan melembekkan kekerasan hati kami, dan terus terang kami sebagai orang tua kami banyak belajar dari anak-anak kami dan salah satunya adalah anak bungsu kami ini. Setiap kali dia bertanya sesuatu yang kurang pasti dia selalu menyisipkan kata-kata “jawabnya harus jujur lho Ma!” . Karena itu seberat apapun kami harus mengatakan dengan jujur padanya termasuk bila kami harus meninggalkannya entah karena tugas keluar kota atau cuma karena kegiatan di seputar gereja.
Meski masih kelas satu SD, namun Vincent kecilku sudah disiplin sekali termasuk dalam tugas-tugas sekolahnya. Biasanya sepulang sekolah dia langsung memberi tahu “mbak”nya bahwa ada tugas sekolah dan biasanya dia baru menikmati acara nonton Disney channel kesukaannya bila semua tugasnya sudah terselesaikan. Sekitar jam 07.30 malam biasanya dia sudah mengajak tidur karena dia berprinsip tidak boleh tidur terlalu malam. Ini kadang-kadang sangat merepotkan karena bila kami ajak liburan diluar kota maka tepat pukul 7.30 dia sudah minta tidur sedangkan kita masih ingin menikmati makan malam. Biasanya dia akan bangun jam 04.30 pagi.
Memang untuk hal-hal tertentu nggak perlu lagi bagi kami untuk menyuruhnya, misalnnya mandi pagi atau sore, karena dia sudah menetapkan sendiri jam mandi dengan sendirinya. Di rumah dia sudah sangat tahu jam mana yang berfungsi dengan baik. Sehingga dia selalu menggunakan patokan jam tersebut. Di mobil, kami, jam kami set 5 menit lebih awal dan dia tahu bahwa jam-nya tidak tepat karena patokannya jam yang diruang keluarga.
Untuk itu kami selalu belajar untuk disiplin waktu karena kami belajar banyak darinya.
Sahabat
Sewaktu SMP dan SMA sekitar 30 tahun yang lalu, saya memiliki 3 orang sahabat. Mereka termasuk orang-orang pintar disekolah dan kota kami. Kami bersahabat dan menamai persahabatan kami dengan label : CH4- (Methane). Kebetulan 3 orang dari kami akhirnya memilih kuliah di Kimia dan sedangkan yang satu di Statistik, namun nama CH4 itu adalah kumpulan 4 CH yang diambil dari nama-nama kami.
Waktu akhirnya yang memisahkan kami setelah selama 6 setengah tahun kami bersekolah di sekolah yang sama. 2 kuliah di Surabaya dan 2 orang kuliah di Bandung. Dengan keterbatasan media komunikasi saat itu, kami masih berusaha menulis surat dan berkirim kabar. Semakin sedikitnya komunikasi kami pada akhirnya karena kesibukan dan konsentrasi kami yang mulai beda.
Setelah kami selesai kuliah dan bekerja, kami memiliki sarana komunikasi yang lebih baik, yaitu telephon. Dan sejalan dengan waktu, internet merupakan pilihan untuk saling berhubungan. Masing-masing dari kami sudah memiliki anak yang remaja, namun anak saya merupakan anak yang terbesar dari semua anak-anak…. maklum menikah muda dan kebetulan suami mau diajak menikah muda…. he he
Kini cerita tentang mereka masih kadang-kadang mampir diantara kami, tapi yang jelas tatap muka sangat jarang kami lakukan karena kami kebetulan tinggal di tempat yang saling berjauhan. Tangerang, Palembang, Pasuruan (lagi dinas disana untuk 1 th ini) dan Papua Nugini.
Disaat saya kerja, saya memiliki teman kerja yang kalau dibilang dekat-dekat amat tidak. Teman saya ini sekarang menikah orang belanda dan tinggal di Belanda. Namun yang saya cermati, teman saya ini memiliki kelebihan yang luar biasa. Mengapa saya katakan demikian? Dia adalah orang yang selalu mengingat dan menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan teman, sahabat dan kenalannya. Tidak pernah sekalipun dia lupa menulis selamat ulang tahun, selamat Natal, selamat Paskah, padahal dia seorang muslim…. yang lebih mengagumkan… dia tidak lupa mengucapkan selamat ulang tahun suamiku, anak-anak kami dan hari ulang tahun pernikahan kami….. coba bayangkan. Terakhir dia menulis e-mail untuk selamat ulang tahun anak kami yang paling kecil Vincent tgl 28 Maret yang lalu…. Oh Endang, I want you to know that I really appreciate with your attention to us. I know that I have to learn from you how to take care others. You will not loose anything by spending your time to understand your friend, colleagues and everybody….. all will be added for you in the right time.
The above title is decicated for you as a nice and best friend.
-
Arsip
- Maret 2009 (1)
- Februari 2009 (1)
- Januari 2009 (4)
- November 2008 (1)
- Juli 2008 (2)
- Juni 2008 (2)
- Mei 2008 (6)
- April 2008 (2)
- Maret 2008 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS