Seandainya
Aku termangu dalam diam, kutoleh kebelakang dan aku tersenyum…..
Kulihat engkau dengan rambut kritingmu yang merah…. pipimu yang gembil menggemaskan…. celotehmu yang lucu dan membuat siapaun ingin mengajakmu bicara…
Engkau menjelaskan rambu-rambu di sekitar pasar malabar… didalam angkot R-07 dan membuat penumpang lain tersenyum dan gemas. Kita pulang dari gereja saat itu dan ayahmu sedang di luar kota
15 tahun yang lalu…..
Ach aku kembali tersenyum….. mencoba untuk bernostalgia tentang semua itu…. bahwa kita pernah memilikinya
Kini, aku bangga padamu ….. yang sudah punya kemandirian dan prinsip hidup yang teguh…. aku menghargai itu semua .. sungguh aku bangga
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar
-
Arsip
- Maret 2009 (1)
- Februari 2009 (1)
- Januari 2009 (4)
- November 2008 (1)
- Juli 2008 (2)
- Juni 2008 (2)
- Mei 2008 (6)
- April 2008 (2)
- Maret 2008 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS