Kingqueen’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Panas terik menyengat kulitku, aku berjalan dan berharap mendapatkan barang yang terbaik untuk para pelangganku. Tampaknya cuaca tidak mendukungku, kupanggil beberapa broker beras yang memang biasa membantuku mencari beras-beras yang kuinginkan. Kupasrahkan keinginanku padanya…. aku serasa tidak sanggup menghadapi cuaca dan debu diseputar pasar induk Cipinang.

Aku  mencari bangku kosong yang biasanya disediakan oleh warung makan untuk kuli-kuli diseputar pasar itu . Aku keluarkan kertas tissue dan kuusap…. tampak sekali perbedaan kulitku semasa aku masih kerja kantoran dibanding sekarang. Aku menatapnya dan menghela nafas dalam-dalam… Aku tenggelam dalam rona kesedihan. Bukan karena kulitku yang mulai menghitam, bukan pula panas terik dan debu yang kurasakan namun aku seperti kehilangan semangat. Semangat untuk bertahan dalam kehidupan ini.

Mengapa semua itu harus aku lakukan? Mengapa aku tidak tinggal dirumah dan diam menunggu suami pulang dari kantor. Mengapa aku tidak pergi ke salon untuk luluran? Mengapa ? Masihkan ada pertanyaan mengapa? ketika aku dihadapkan pada kenyataan bahwa aku masih harus menanggung segudang tanggungan dipunggungku. Anak-anakku, orang-tuaku, saudara-saudaraku dan masih banyak yang lain.

Kembali kuusap peluh didahiku….. kuteruskan pergolakan batinku. Masih kulihat suamiku sibuk mencari beras yang cocok. Aku  masih belum ingin beranjak dari tempat dudukku. Aku mulai mengkawatirkan kehidupanku. Kutawarkan dalam hatiku, mau bertahan atau menyerah….. bertahan? menyerah?bertahan? menyerah?….. tidak jelas jawabannya.  Dan ketika Sms berbunyi.. lumayan ada order dalam hatiku, sedikit menghiburku! Namun, sms datang dari orang yang tidak kuharapkan… Galuh.

” Bu, aku mohon bantuan ibu, sudah berbulan bulan suamiku tidak pulang dan anak-anak butuh uang. Saya pengin buka kios dirumah, mungkin ibu bisa bantu memodali”

Duh….. kenapa musti sms seperti ini…. kembali hatiku bertarung antara keinginan menolong dan membiarkannya.. toh aku sendiri dalam keadaan susah!

Ingatanku menerawang pada Galuh belasan tahun silam, tetangga yang baik hati, ramah dan penyelamat keluarganya. Nasibnya kurang beruntung, suami yang dia bela sampai tidak mengenal lelah menikah lagi. Dulu ketika masa krisis suaminya ter-phk, dia berjuang untuk keluarganya sampai harus menjadi satpam wanita disebuah swalayan. Setiap berapa hari mengambil dagangan dariku sambil bekerja dan kini ketika anaknya  menjelang lulus SMA, suaminya sudah bekerja kembali, dan dia mendapat upah ditinggal menikah lagi.

Aku berdiri, berpikir dan menatap kembali kuli-kuli yang sibuk untuk menaikkan dan menurunkan 50 kg beras. Dipanas terik dan debu aku masih beruntung dari mereka. Aku tidak harus memanggul beras dan menaikkan dan menurunkannya dari truk dan Gudang hanya sekedar mendapatkan Rp 20,000.00 per 3 ton. Aku masih memiliki suami yang setia pada keluarga, aku masih punya modal untuk berdagang. Aku masih mampu membantu suamiku untuk meneruskan kehidupan keluargaku. Aku masih bisa membantu si A yang sedang bermasalah dengan sakit, aku masih diberi kesempatan membantu si B untuk membiayai kelahiran anaknya… karena untuk biaya melahirkan saja dia tidak memilikinya. Aku masih menyisihkan uang untuk orang tuaku, untuk anak-anakku…. namun memang aku tidak memiliki banyak uang untuk diriku sendiri dan suamiku.

Kulangkahkan kakiku, kubuang rasa belas kasihan pada diriku, kuhapuskan kesedihanku, kubangun kembali semangatku dan aku memilih bertahan.

Tidak semua orang memiliki kesempatan memberi. Tidak semua orang memiliki hati yang memberi. Tidak semua orang dipilih untuk memberi.

Dan aku bersyukur … aku masih menjadi  orang-orang itu.

Semoga engkau mengerti

Maret 18, 2009 Ditulis oleh kingqueen | Keluarga | | Belum Ada Tanggapan