Merana
Tiba tiba aku merasa merana dan sendiri…. aku sungguh moody pagi ini .
Perasaanku terbang kemana aku tidak tahu. Yang kudapati pagi ini perasaan yang sedih yang luar biasa.
Aku mencoba untuk keluar dari rasa itu…. namun seperti biasa aku belum beranjak dari sisi itu.
Entahlah….
Responsibilities
Manusia hidup dengan segala tanggung jawab yang berkesinambungan. Bila hari ini kita punya tanggung jawab A besok C, lain hari C dan seterusnya.
Ketika kanak-kanak kita bertanggung jawab dengan sekolah, TK, SD, SMA, Kuliah dan setelahnya tanggung jawab untuk mencari kerja. Bekerjapun kita nggak pernah lepas dari tanggung jawab….. Setelah kita punya anak maka kita bertanggung jawab untuk kesinambungan hidup mereka, sekolah, sarana hidup, menjaga kesehatan, menjaga segala kenyamanan hidup mereka….. itulah hidup.
Bila dibulan April, kami harus menahan hati dan perasaan untuk menghantar anak no 2 ujian Nasional dan Ujian Sekolah, maka dibulan Mei giliran yang anak no.3 ulangan umum dan dibulan Juni ini anakku yang no 1 menjalani ulangan umum.
Sungguh ini perasaan tanggung jawab yang berkesinambungan …. sampai hari inipun kami berdua belum lepas dari beban sebelum anak-anak selesai dengan urusan sekolahnya.
Rasa ingin segera berlibur, menikmati hari hari kami tanpa beban memang sudah didepan mata namun saat ini masih harus kami tahan sampai saatnya nanti anakku yang pertama menyelesaikan ulangan umum.
Semoga mereka bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
We pray for you my boys, hope that all obstacles will be passed and you will be the champion. No need to worry about as long as you have done in your max capacity. Be strong !! and good luck!!
we love you all.
BAHAGIA
Setiap orang selalu menginginkan kebahagiaan, namun tidak semua orang bisa menciptkan hal-hal kecil yang bisa membuat bahagia. Ini salah satu contohnya
Seperti biasa setiap hari Sabtu, aku, my hubby and my youngest son selalu pergi ke pasar modern di Gading Serpong. Belanja macam-macam, ikan, ayam, sayur, bumbu dapur dan keperluan seminggu yang kemungkinan sulit aku dapatkan dihari kerja. Saat melewati tukang ikan asin, my hubby minta dibelikan ikan asin jambal roti…. aku membatasi untuk tidak membeli banyak hanya satu setengah ons…. cukup untuk menghabiskan nasi berpiring-piring.
Aku membayar dan suamiku yang menerima belanjaan dari penjualnya. Sampai dirumah semua kita rapikan namun aku kaget karena ikan jambal rotinya jadi banyak banget, ada 2 kantong, yang satu mungkin ada 1 kg dan yang lainnya satu setengah ons yang memang kami beli, eh masih ada lagi ebi yang jumlahnya mungkin ada setengah kilo…. wah kalau ditotal jendral belanjaan itu lebih dari 120 ribu. Kebayang uang segitu begitu berartinya bagi si abang tukang ikan asin. Selanjutnya aku suruh si mbak untuk simpan dulu karena minggu depan kita akan kembalikan.
Apa lacur Sabtu minggu depannya, ikan asin nggak kebawa waktu kita berangkat ke pasar. …. namun aku memutuskan menemui sang abang untuk memberitahukan bahawa ada ikan asin dan ebi yang kebawa waktu belanja minggu kemarin. Namun saya janji untuk mengembalikannya minggu depannya lagi
Tahu nggak bagaimana reaksi dari si abang?…. bener bener senang dan bersyukur….
Alhasil minggu depannya aku berhasil mengembalikan ikan asin dan ebi tsb.
Duh bahagianya hati si abang, bahagianya hatiku…
We could create any happiness in our life starting with the small things around us.
-
Arsip
- Maret 2009 (1)
- Februari 2009 (1)
- Januari 2009 (4)
- November 2008 (1)
- Juli 2008 (2)
- Juni 2008 (2)
- Mei 2008 (6)
- April 2008 (2)
- Maret 2008 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS